Posted by: alimtiaz | October 12, 2016

Cinta adalah memaafkan, memaafkan adalah mencintai, Manusia Selalu Berproses Menjadi Lebih Baik (Review Novel Ilana Tan, In a Blue Moon)

 

Ilana Tan, In a Blue Moon, Jakarta: Gramedia, 2015.

A writer is somebody for whom writing is more difficult than it is for other people (Thomas Mann)

There is nothing to writing. All you do is sit down at a typewriter and bleed (Ernest Hemingway)

It lies not in our power to love or hate, 

For will in us is overruled by fate.

When two are stripped, long ere the course begin

We wish that one should lose, the other win;

And one especially do we affect

Of two gold ingots like in each respect.

The reason no man knows; let it suffice

What we behold is censured by our eyes.

Where both deliberate, the love is slight:

Who ever loved, that loved not at first sight?

(Hero and Leander: First Sestiad, Christopher Marlowe (1564-1593)

Akhirnya saya membaca novel lagi. Sudah lama sekali saya tidak membaca novel. Mungkin hampir satu tahun. Alasannya banyak sekali. Mulai dari tidak ada novel yang bagus hingga sibu dengan buku bacaan tesis. Tapi yang paling penting adalah karena ada buku-buku lain yang mendesak untuk segera dibaca. Sehingga untuk sementara waktu saya mengabaikan novel-novel. Biasanya ada saja informasi tentang novel baru dan novel bagus. Tapi tampaknya setahun terakhir tidak ada. Entah karena menghindar makanya tidak ada, atau karena memang tidak ada. Hehe…

Kali ini novel yang saya baca berjudul In a Blue Moon. Ditulis oleh Ilana Tan, seorang novelis Mega-Bestseller. Demikian ditulis di bagian depan cover. Novel ini diterbitkan oleh Gramedia. Ilana Tan juga sampai saat ini tidak dikenal sosoknya oleh publik. Ada banyak novel yang ditulisnya, tapi pembaca tidak mengetahui apakah Ilana Tan itu laki atau perempuan, bentuk rupanya, dan lain-lain. Saya membaca novel ini karena ada yang merekomendasikan dan sayapun, setelah membaca sinopsisnya, meresa tertarik untuk melahapnya. Buku ini berjumlah 318 halaman, tidak terlalu tebal untuk ukuran novel. Bagi yang “gila” novel,  318 halaman bisa diselesaikan dalam satu hari saja. Atau paling tidak dua hari.

Saya akan mulai bercerita tentang isi novel. Secara garis besar, novel ini bercerita tentang percintaan. Cinta seorang anak muda kepada seorang anak mudi. (ya iya lah, masa seorang anak mudi dengan seorang anak mudi, hihi). Cinta ini berawal dari perjodohan yang dilakukan oleh kakek anak muda ini. Kakek anak muda ini berteman dengan kakek si anak mudi. Mereka teman lama dan ngebet pengen jodohin keturunan mereka. Dulu anak mereka gagal dijodohin karena laki-laki, dan ini, akhirnya cucu mereka sepasang. Dan merekapun jadi “korban” perjodohan kakek mereka, korban dari persahabatan kakek mereka.

Proses perjodohan ini ternyata tidak berjalan mulus. Ada saja yang menjadi halangan. Dua hal yang menjadi tantangan si Muda, yakni pertama, masa lalu si muda yang pernah menyakiti si mudi dan belum dimaafkan. Dan kedua, saudara-saudara kandung si mudi yang over protective terhadap adiknya, sehingga sangat selektif dalam memilih jodoh adiknya. Hal lain yang menjadi masalah adalah bahwa si mudi memiliki masa lalu yang berhubungan dengan seorang laki-laki. Atau sebutlah “mantan”. Bukan mantan sih. Dulu pernah jadian dan nyaris menikah. Tapi setelah itu ia menghilang empat tahun. Sekarang, setelah empat tahun, laki-laki ini datang lagi ke dalam kehidupan si mudi.

Muda adalah Lucas Ford (selanjutnya disebut dengan Lucas). Ia adalah bos sebuah restaurant terkenal, Remses. Mudi adalah Shopie Wilson (selanjutnya disebut dengan Shopie). Ia adalah pemilik A Piece of Cake, sebuah toko kue. Berikutnya Gordon Ford, ia adalah kakek Lucas. Thomas Wilson ialah kakek Shopie. Spencer dan Tyler adalah saudara kandung Shopie. Dua orang lain yang menjadi bayang-bayang adalah Miranda, seorang model yang dekat dengan Lucas. Dan  Adrian Graves, yang pernah dekat dengan Shopie, dan nyaris menikah dengan Shopie. Ketika itu Shopie yang meminta kepada Adrian, tapi Adrian menolak. Dan sekarang ia, ketika Shopie tengah dekat dengan Lucas, datang kembali menagih permintaan Shopie empat tahun lalu. Bagaimana perasaan anda?

Ketika pertama kali dikenalkan oleh kakeknya kepada Shopie, Lucas kaget. Ia tidak menyangka wanita yang akan dijodohkan kepadanya adalah seseorang yang tidak asing baginya. Namanya Shopie. Mereka adalah teman ketika SMA dulu. Mereka pernah kenal. Dan sampai sekarang masing saling mengingat. Ada satu hal yang membuat mereka saling mengingat, yakni Lucas pernah menyakiti hati Shopie. Ia menghina Shopie. Ia menjelek-jelekkan asal-usul Shopie. Dan itu dilakukannya di depan teman-temannya. Ketika itu Shopie malu. Marah. Mangkel juga. Tapi Lucas tidak pernah minta maaf. Padahal akibat perbuatannya, Shopie dijauhi oleh teman-temannya. Sampai saat akan dijodohkan, Lucas belum minta maaf. Shopiepun belum memaafkannya dan ia mengatakan benci kepada Lucas.

Aku membencimu. Itulah kata-kata yang selalu diucapkan oleh Shopie kepada Lucas setiap kali bertemu Lucas. Ini adalah tantang pertama bagi Lucas. Meyakinkan bahwa dirinya sudah berubah. Dia bukan lagi dia yang dulu pas SMA. Ia adalah Lucas yang sudah dewasa, sudah punya pengalaman dan baik hati. Lucas bekerja keras untuk ini. Ia melakukan apa saja untuk meyakinkan Shopie, termasuk minta maaf. Juga memaksa teman-temannya yang dulu satu genk  dengan dia untuk minta maaf kepada Shopie. Lucas memulainya dari nol. Ia berkenalan lagi lebih dekat. Meminta nomer Hp setelah sempat beberapa kali ditolak. Mengajak menonton teater, karena itu adalah kesukaan Shopie. Semua dilakukan Lucas dengan senang hati dan sungguh-sungguh. Singkat cerita, Shopie melihat ada kesungguhan dari Lucas dan memang Lucas sudah berubah. Mereka akhirnya lebih dekat dan intens berkomunikasi. Saling memberi surprise. Satu hal yang saya ingat, bahwa Shopie setiap kali diajak nongkrong, minumnya selalu blue moon. Saya tidak tau jenis minuman apa itu. Tapi tanpaknya menjadi inspirasi judul novel ini. Saat ia meminum blue moon, saat itulah ia semakin akrab dengan Lucas.

Dan merekapun tampaknya, semakin kemari semakin setuju dengan apa dilakukan oleh kakek mereka, pertunangan. Shopie yang tadinya ogah-ogahan, akhirnya “terpaksa” suka dengan Lucas. Lucaspun sepertinya berhasil meyakinkan kalau ia sudah berubah. Ia sudah belajar dari pengalamannya dulu. Di dalam novel, ada beberapa peristiwa yang membuat pembaca tertawa sendiri. Lucu. Romantis. Tiba-tiba. Saya tidak akan menceritakannya secara detail disini. Bagi yang ingin tahu, silahkan baca novelnya.

Dalam proses yang semakin dekat itu, tiba-tiba muncul Adrian di antara Lucas dan Shopie. Ia baru pulang dari tugasnya di Afrika. Ia adalah kekasih masa lalu Shopie. Empat tahun yang lalu. Mereka nyaris menikah. Sebelum berangkat ke Afrika, Shopie meminta Adrian untuk melamarnya, bertunangan. Ketika itu Adrian menolak. Alasannya karena ia tidak ingin mengikat Shopie. Tapi jika Shopie ingin menunggu, ketika ia kembali nanti, maka akan langsung menikah. Yang menjadi masalah adalah, selama empat tahun itu, mereka tidak pernah berkomunikasi. Mereka tidak saling memberi kabar. Bahkan Shopie nyaris lupa kalau dia dulu pernah punya kekasih.

Di sisi lain, Lucaspun dekat dengan Miranda, seorang model. Sebenarnya Mirandalah yang mengaku-ngaku dekat dengan Lucas. Miranda yang ngebet ingin pacaran dengan Lucas. Sedangkan Lucas, sudah jelas memilih Shopie. Tapi beberapa kali Lucas tidak bisa menolak ajakan Miranda ke acara-acara atau sekedar nongkrong. Ada satu peristiwa yang sempat membuat Shopie marah besar, ketika melihat Lucas berciuman dengan Miranda di media online. Pahadal Lucas sudah berjanji tidak akan berciuman dengan wanita kecuali Shopie. Karena Miranda adalah model, jadilah berita itu tersebar kemana-mana.

Sempat terjadi salah paham di antara mereka berdua, Lucas dan Miranda. Tapi akhirnya, kerena kedewasaan mereka, dan kesungguhan mereka dalam menjalin hubungan, semua masalah terselesaikan. Masalah saudara kandung Shopie, Spencer dan Tyler, setelah mengerjai Lucas, mengujinya, akhirnya turut mendukung Shopie setelah sebelumnya tidak yakin dengan apa yang dilakukan oleh Shopie. Lucas dan Shopie mendapat restu dari saudara kandungnya, dan sudah barang tentu dari kakek mereka. Dan merekapun resmi berhubungan sebagai pasangan.

Ada banyak hal yang diceritakan oleh novel ini. Mulai dari perjodohan, Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK), dulu benci -tapi sekarang cinta, keluarga, makanan (lebih spesifik restaurant dan koki), pertemanan, “perselingkuhan”, Orang semua berproses -semua bisa berubah -menjadi lebih baik atau sebaliknya, perbedaan suku, pengakuan atas kesalahan dan meminta maaf. Menurut saya yang paling penting dari novel ini adalah bahwa orang bisa berubah dan harus berubah menjadi lebih baik, meminta maaf jika itu salah adalah sebuah keniscayaan dan memberi maaf adalah sikap yang mulia.

Catatan lain yang perlu saya berikan dalam membaca novel ini, juga novel-novel yang lain, adalah bahwa harus disadari novel In a Blue Moon ini memiliki setting. Ia bukan di Indonesia, tapi di New York, Amerika Serikat. Sehingga harus dipahami betul apa yang diceritakan di dalam novel menggambarkan budaya yang berlaku dimana novel itu ditulis/diceritakan, yang bisa jadi berbeda dengan apa yang ada di kita. Membaca novel menjadi salah satu media untuk membaca budaya yang diceritakan di dalam novel atau dimana novel itu ditulis. Saya ambil satu contoh, di dalam novel ini, ketika kita ingin memanggil seseorang, maka cukup dengan menyebut namanya langsung, mau itu ayah, atau kakek, atau siapapun. Misalny Lucas memanggil kakeknya, maka ia tidak memanggil dengan sebutan “kakek”, tapi langsung dengan menyebut namanya, Ford. Berbeda dengan apa yang biasa kita gunakan di Indonesia, kita punya nama panggilan dan nama sebutan. Misalnya gayo, nama panggilan untuk kakek adalah awan, tidak langsung menyebut nama kakek.

Demikian catatan review ini ditulis. Tulisan ini hanya ekpresi melepas penat, melepas kerinduan membaca novel setelah sekian lama tidak membaca. Melepas rinduku kepada seseorang, ya seseorang.  Ini bukanlah novel baru, tapi direkomendasikan membaca untuk sekedar menghibur diri, menertawakan diri dan kehidupan. Selamat membaca..!!!

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: