Posted by: alimtiaz | October 22, 2012

G-A-L-A-U…

Siapa sih yang ga kenal dengan kata yang satu ini, ge-a-el-a-u alias g-a-l-a-u. Kata yang sudah sangat familiar di telinga kita, semua kalangan. Beberapa tahun terakhir, kata ini semakin populer dan sering terdengar dari mulut warga Indonesia, terutama anak-anak muda (antara 17-25 tahun). “Aku lagi galau nih” atau “Kenapa kamu? Lagi galau ya?” atau “Kamu lagi galau ya?” dan beberapa pernyataan lainnya hampir setiap hari kita dengar.. Entah itu di facebook, twitter, sms, atau terdengar dari perbincangan di pinggir jalan, ada kata “galau”. Kata yang “unik”, easy to listen, dan yang paling penting, keadaaan “galau” sering dialami oleh banyak orang. hmmm, sebenarnya galau itu gimana sih?

Pada awalnya aku mengira “galau” bukanlah Bahasa Indonesia resmi EYD, atau kata yang tidak tercantum di dalam KBBI. Tadinya aku menganggap “galau” sebagai kata yang dipopulerkan oleh anak-anak muda Jakarta. Tetapi ternyata aku keliru. Setelah ku buka kitab suci bahasa Indonesia alias KBBI alias Kamus Besar Bahasa Indonesia, disitu ada kata “galau”. Anda bisa buka KBBI tahun 2008 hlm. 434. Galau/bergalau adalah sibuk beramai-ramai, sangat ramai, sangat kacau (tidak keruan). Dari pengertian ini, menurutku ada satu point penting, yakni keadaan yang tidak terkendalikan atau sulit dikendalikan. Ramai, kacau, dan tidak keruan, adalah keadaan-keadaan yang memang sulit, tidak terkendali, bisa jadi kacau atau chaos, dll. Itulah pengertian dasar, menurut saya, dasar dari kata “galau”. Lalu bagaimana dengan galau orang-orang pada umumnya?

Jika pengertian di atas ditarik kepada “galau” yang dialami atau yang sering digunakan orang pada saat ini, termasuk aku, maka akan tidak jauh berbeda dan ada titik temunya. Kita sering melihat dan mengamati, orang yang lagi “galau” itu kan sering tampak gundah gulana, gelisah, kacau, tidak tenang, kehilangan arah, linglung,  dan lain-lain. Kalau ada teman kita berkata, “Aku lagi galau”, dengan segera kita akan paham bahwa dia lagi dalam keadaan tidak tenang, gelisah, dan risau terhadap sesuatu.  Ini sudah umum. Pun bahkan kita sendiri tidak jarang mengalami keadaan semacam ini. Keadaan dimana kita sulit mengendalikan emosi dan keinginan.  Dan ini menurutku sejalan dengan pengertian dasar dari “galau” itu sendiri. “Suatu keadaan yang tidak bisa atau sulit dikendalikan.” Sehingga aku seringkali memahami “galau” itu sebagai suatu keadaan (hati) yang terjadi pada seseorang disebabkan karena satu problem yang ia sulit atau bahkan tidak bisa mengendalikan keadaan tersebut karena satu atau beberapa hal. Sebab keadaan ini tentunya muncul dari luar dirinya. Atau aku sering menyebut “galau” itu dengan “mati gaya”. Hehe… (ga tau, teman-teman pada sepakat ga yaa).

Bercermin pada diriku sendiri, ada 3 hal yang seringkali bikin aku galau. (hadoooh… jadi malu nih, heheh). Ya gapa2 lah. Bagiku semuanya bisa diambil positifnya.  Aku ingin belajar juur pada diri sendiri. Siapa tau setelah menulis ini semua, aku menjadi tidak “galau” lagi kan. Hmmm, well, pertama itu adalah kalau aku lagi ingat si “dia”. Haha… Siapaaa lagi tuu. Yaa si dial ah pokonya. Hee.. Maksudnya orang yang aku suka. Biasalah lah… aku kan manusia. Aku juga punya hati. Aku juga normal menyukai lawan jenis alias wanita. Ehmmm… ehmmm.. Ga tau yaa, setiap kali aku ingat “dia”, aku merasa galau. Haha… lebaaayyy.. Ada semacam perasaan berdetak, menggebu-gebu. Apalagi kalau diiringi dengan perasaan “rindu”. Udah deh… sempurnaaaa perderitaanku. Haha.. GeJe. Waduuuh… kok jadi susah gini jelasinnya. Yaa… ada semacam perasaan yang tidak biasa di dalam hatiku yang aku sendiri terkadang sulit mengontrolnya. Ada gejolak, kadang-kadang ingin ketemu, atau sekedar berkomunikasi. Dan terkadang ber-efek. Ntah susah makan, susah tidur atau susah baca. Hee (yang ini ga baik, jangan ditiru yaaa. Tapi ini sangat jarang terjadi. ga gw beudd). Klu efeknya jadi suka baca atau jadi lancar menulis sih aku sangat mauu. Hee.. Tapi harap dipahami, ini bisa terjadi terhadap siapa saja. Mungkin akan mudah dipahami oleh siapa yang sudah punya pasangan atau pacar atau orang yang disukai atau apalah bahasanya. Hmmmm, yang jelas dalam keadaan begini, we have a good controll for it.

Kedua adalah kalau lagi banyak tugas dan satupun belum selesai dikerjakan. Apalagi dihadapkan dengan kesibukan yang lain yang terkadang tidak terlalu penting tetapi karena tanggungjawab, ia menjadi penting. Sedangkan deadline sebentar lagi…. Well, ini akan membuatku galau. Hee… Yaaa sedikit membuatku mati gaya, terkadang sulit berpikir. Hmmm, barangkali ini hanya soal manajemen waktu saja. Jika kita punya keahlian manajemen waktu yang baik, mungkin tidak akan galau. Tetapi kadang-kadang juga membuat kita “galau”. Keadaan dimana kita “bingung” dan “gelisah”, harus apa dan bagaimana. Disinilah proses kita menentukan dan menyikapi keadaan. Terkadang galau juga datang karena kesulitan untuk memulai sebuah tugas/makalah. Atau ada masalah yang belum terjawab atau tidak bisa dipahami. Hmmm, tapi yang kedua ini lumayanlah. Galaunya “galau” keilmuan. Hahaaa… bisa banget lw ngelesnya. Galau yang tetap galau, apapun itu. Ini adalah proses. Laluilah ia dengan a good controll

Dan ketiga adalah kalau kehabisan uang. Hadoooh… galaunya minta ampun deh. Mau apa-apa serba perhintungan. Walaupun biasanya juga perhitungan, tapi ini super perhitungan. Yang penting itu makan dulu. Yang lain-lain ga usah dulu deh. Hehe.. Ada semacam gelisah di hati ini. Tapi mungkin tidak separah dua hal yang telah disebutkan di atas. Karena hal ini mudah di atasi, bisa minjem dulu kan. Kecuali ada sesuatu yang harus dibeli dengan budget yang agak besar, dengan waktu yang terbatas. Sedang uang tidak ada. Mau pinjem ga enak karena jumlahnya besar. Ya sudah deh… Cuma bisa gigit jari. Hehe…

And than, what is solution? Apa dan bagaimana solusinya agar tidak galau???

Ini yang yang paling penting, bagaimana mengatasi “galau”. Aku pernah bertanya kepada temanku gimana cara dia mengatasi kegalauan. Dia punya solusi, yakni action.  Berikan action terhadap kegalauanmu. Misalnya lagi galau makalah ga selesai, maka berikan action terhadapnya. Apa? Lakukanlah dengan segara makalahmu agar selesai. Atau misalnya lagi galau ga punya uang, lakukanlah action terhadapnya. Apa? Yaa cari uang. Bisa minjem, bisa kerja, bisa nulis artikel lalu dikirim ke koran atau apa lah. Yang sulit itu kalau model galau pada point pertama. Misalnya galau ingin ketemu. Syukur kalau jaraknya ga jauh bisa ketemu, tapi kalau jauh gimana. Hee… But ‘ala kulli hal, aku setuju dengan apa yang disampaikan oleh temanku. Kalau lagi galau, berilah action terhadap kegalauanmu. Apa saja. Pastinya masing-masing orang lebih tau. Galau itu jangan dibiarin. Kalau dibiarin bisa bikin kamu tambah galau. (heheee… kalau yang ini aku sih ga nyaranin. Kalau kamu kuat ngontrol “galau”, ya ga usah diberi action. Heee). Selamat mencoba… Semoga kita selalu galau… dan semoga kita selalu bisa mengatasinya. Salam galawers…!


Responses

  1. SEpakat!!^_^

    • hmmm, sepakat apanya ne Ze? sepakat galaunya atau sepakat solusinya? heee… thank U for comment..

  2. Sepakat solusinya, tapi galaunya juga denk..hohoo*_^

    • hehe… yups thank U Zee..

      • salam galauers… hehe…

      • hehee… salam juga Aidha… terimaksih sudah comment di blog saya… jangan sering2 galau yaaa..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: