Posted by: alimtiaz | September 24, 2012

NIKAH MUT’AH; APA KATA HADIS?

Nikah mut’ah secara sederha dapat dikatakan adalah ikatan antara seorqang laki-laki dengan seorang wanita dalam batas waktu tertentu dan dengan up[ah tertentu pula. Nikah mut’ah adalah permasalahan yang sampai sekarang masih saja diperdebatkan kehalalan dan keharamannya. Hal ini dikarenakan dahulunya Rasulullah pernah membolehkan nikah mut’ah lalu kemudian diharamkan. Tetapi kemudian oleh Rasul dibolehkan kembali hingga pada akhirnya diharamkan lagi hingga hari akhir nanti.[1] Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh al Nawawi dalah syarah Bukharinya:

“yang benar dalam masalah nikah mut’ah ini adalah bahwa pernah dibolehkan dan kemudian diharamkan sebanyak dua kali; yakni dibolehkan sebelum perang Khaibar, tapi kemudian diharamkan ketika perang Khaibar. Kemudian dibolehkan selama tiga hari ketika fathu Makkah, atau hari perang Authas, kemudian setelah itu diharamkan untuk selamanya sampai hari kiamat”.

Alasan kenapa ketika itu dibolehkan melaksanakan nikah mut’ah, karena ketika itu dalam keadaan perang yang jauh dari istri, sehingga para sahabat yang ikut perang merasa sangat berat. Dan lagi pada masa itu masih dalam masa peralihan dari kebiasaan zaman jahiliyah kepada kebiasaan Islam, biasa disebut dengan istilah masa transisi. Sebagaimana diketahui bahwa sebelum Islam dating, zina merupakan hal yang biasa dilakukan dan tersebar dimana-mana. Jadi wajar jika Allah memberikan keringanan (rukhshah) bagi para sahabat ketika itu. Tetapi kemudian oleh Rasulullah setelah perang Khaibar, nikah mut’ah diharamkan sebagaimana sabdanya:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ وَالْحَسَنِ ابْنَيْ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِمَا عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمُتْعَةِ عَامَ خَيْبَرَ وَعَنْ لُحُومِ حُمُرِ الْإِنْسِيَّةِ[2]

 “Diriwayatkan bahwa Ali r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. melarang nikah mut’ah ketika perang Khaibar dan daging”

Nikah mut’ah adalah nikah kontrak dalam jangka waktu tertentu, sehingga apabila waktunya telah habis maka dengan sendirinya nikah tersebut bubar tanpa adanya talak. Dalam nikah mut’ah si wanita yang menjadi istri juga tidak mempunyai hak waris jika si suami meninggal. Dengan begitu, tujuan nikah mut’ah ini tidak sesuai dengan tujuan nikah menurut ajaran Islamyaitu sebagai sebuah perjanjian yang mahal harganya yang kemudian membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, dan dalam nikah mut’ah ini pihak wanita teramat sangat dirugikan. Oleh karenanya nikah mut’ah ini dilarang oleh Islam. Sabda Raulullah yang lain:

2502 – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنِي الرَّبِيعُ بْنُ سَبْرَةَ الْجُهَنِيُّ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُأَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي قَدْ كُنْتُ أَذِنْتُ لَكُمْ فِي الِاسْتِمْتَاعِ مِنْ النِّسَاءِ وَإِنَّ اللَّهَ قَدْ حَرَّمَ ذَلِكَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ فَمَنْ كَانَ عِنْدَهُ مِنْهُنَّ شَيْءٌ فَلْيُخَلِّ سَبِيلَهُ وَلَا تَأْخُذُوا مِمَّا آتَيْتُمُوهُنَّ شَيْئًا[3]

Diriwayatkan dari Rabi’ bin Sabrah r.a. sesungguhnya rasulullah s.a.w. bersabda: “wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku pernah mengizinkan nikah mut’ah, dan sesungguhnya Allah telah mengharamkannya sampai hari kiamat, oleh karenanya barangsiapa yang masih mempunyai ikatan mut’ah maka segera lepaskanlah, dan jangan kalian ambil apa yang telah kalian berikan kepada wanita yang kalian mut’ah

Hadis-hadis tersebut cukup kuat untuk dijadikan pijakan menetapkan hukum haram bagi nikah mut’ah, dan sangat terang benderang menjelaskan bahwa Islam melarang nikah mut’ah. Oleh karena itu, jika saat ini ada yang melaksanakan nikah mut’ah maka ia telah dianggap melanggar ajaran Islam dan secara otomatis nikahnya tersebut batal.

Tetapi menurut hemat penulis, tidak kemudian permasalah nikah mut’ah berakhir hingga pengharamannya. Karena ada beberapa kalangan yang sampai sekarang masih menganggap bahwa nikah mut’ah adalah perkara yang boleh dilakukan dan tidak ada pelarangannya di dalam Islam. Salah satu kelompok yang membolehkan nikah mut’ah adalah Syi’ah.

Kelompok syi’ah menyatakan bahwa nikah mut’ah masih berlaku sampai sekarang dan dibolehkan bagi umat Islam untuk melakukannya. Namun demikian ada persyaratan-persyaratan dan peraturan-peraturan yang harus dipenuhi oleh orang yang hendak melaksanakan nikah mut’ah.[4] Bukankah Syi’ah juga mengtasnamakan Islam?

Di Indonesia, praktek nikah mut’ah masih ada dan sering diberitakan baik media massa maupun media elektronik. Salah satu daerah yang sering dijadikan tempat transaksi adalah puncak, Jawa Barat. Dan ternyata para pelakunya menikmati “profesi” ini karena memang adanya kebutuhan-kebutuhan yang mendesak mereka untuk melakukan hal itu. Nah, dalam hali ini apakah kemudian “Islam” tetap berkutat pada pengharaman nikah mut’ah tanpa ada ketegasan dalam pelarangannya? Apakah mungkin hokum nikah mut’ah diperbolehkan kembali dengan melihat adanya kesamaan ‘illat pada masa Rasululluh dengan masa sekarang?

Inilah beberapa pertanyaan yang kemudian harus dijawab secara bijaksana dan proporsional. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dengan hokum yang dibuat. Wallahu a’lam bi al shwab.


[1] Yusuf Qardhawi, Halal dan Haram. Terj. Abu Sa’id al Fallahi (Jakarta: Robbani Press, 2008), hlm. 211-212.

[2] Hadis Riwayat Bukhari, shahih Bukhari, bab luhul al khamrial insiyyah, No. 5098, juz 17, hlm 201, software maktabah syamilah al Isdar al Tsani.

[3] Hadis Riwayat Bukhari, shahih Bukhari, bab luhul al khamrial insiyyah, No. 5098, juz 17, hlm 201, software maktabah syamilah al Isdar al Tsani

[4] Syarat dan peraturan yang dimaksud adalah ada kesamaan ‘illat yang terjadi pada masa sekarang dan pada masa Rasul.

Disusun untuk memenuhi tugas portofolio Mata Kuliah Hadis Ahkam yang diampu oleh Bapak Afadawaiza M.A,g dan dikumpukan pada Selasa, 05 Mei 2009.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: