Posted by: alimtiaz | September 21, 2012

UIN SUKA MENARA AKADEMIK

Beberapa hari yang lalu aku baru saja mengikuti acara orientasi kampus untuk mahasiswa pascasarjana. Acara ini diadakan selama 2 hari lalu kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum (stadium generale) pada hari selanjutnya. Kegiatan ini dimaksudkan agar mahasiswa pascasarjana dapat mengawali perkuliahan dengan baik dan penuh semangat. Agar mahasiswa tidak salah jalan ketika sudah memulai langkah. Agar mahasiswa dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya daripada doktor dan guru besar yang ada di UIN Sunan Kalijaga. Pada hari pertama, ada tiga pembicara yakni, Musa Asy’ari M.A (Rektor UIN Su-Ka), Khoiruddin Nasution (Direktur Pascasarjana UIN Su-Ka), dan M. Solihin Aryanto (Kepala UPT Perpustakaan UIN Su-Ka). Masing-masing berbicara dengan kapasitasnya. Dalam tulisan singkat ini aku akan me-retell apa yang telah disampaikan oleh Bapak Musa – yang secara hirarki-stuktural adalah paling tinggi, karena didahulukan, sedang yang dua lainnya akan menyusul pada tulisan selanjutnya- kepada mahasiswa baru pascasarjana UIN Sunan Kalijaga angkatan 2012.

Dalam penyampaian ceramah ilmiahnya, Pak Musa lebih banyak bercerita tentang pengalaman-pengalamannya di bidang pendidikan dan juga menyampaikan motivasi-motivasi agar para mahasiswa baru dapat memanfaatkan kesempatan yang sudah ada di tangan dengan sebaik mungkin. Tidak semua orang dapat merasakan pendidikan hingga pascasarjana, bahkan S1 saja sulit. Jangan sia-siakan waktu dengan aktifitas-aktifitas yang tidak jelas arahnya, tidak jelas tujuannya. “Anda mahasiswa pascasarjana, pastinya tau donk mana prioritas dan bukan prioritas. Anda harus benar-benar menjadi agent of change”. Demikian disebutkan oleh Bapak Musa. Beliau memberikan gambaran perbedaan antara S1, S2, dan S3 dengan merujuk pada apa yang pernah disampaikan oleh Bapak Harun Nasution, Bapak Rasinoal Indonesia. “Kalau menurut Pak Harun, sederhana saja perbedaannya. Kalau S1 itu menggunakan teori, S2 itu mengkritisi teori, dan S3 itu melahirkan teori. Jadi sudah jelas tingkatannya. Dan tingkat kesulitannya pun berbeda”. Karenanya, manfaatkan sebaik mungkin tenaga pengajar di UIN ini dengan sebaik mungkin. “Kalau urusan baca-membaca itu sudah ga perlu disebut lah. Itu sudah jelas, wajib hukumnya. Yang tidak membaca ya ketinggalan. Pascasarjana kok masih diingatkan masalah membaca. Itu sudah kebangetan.” Ungkapan ini disambut dengan tepuk tangan dan tawa seluruh para peserta orientasi.

Terkait dengan judul ceramah ilmiahnya, yakni “UIN Sunan Kalijaga Sebagai Menara Akademik”, beliau bapak Musa punya keinginan untuk menjadikan UIN Suka sebagai pusat peradaban Indonesia, bahkan dunia, menjadikan UIN Suka sebagai center of knowledge yang seluruh orang datang untuk belajar. Bisa dilihat universitas-universitas bertaraf internasional yang mahasiswanya datang dari berbagai penjuru dunia. Di Asia Tenggara, Malaysia dan Singapura sepertinya sudah berada jauh di depan Indonesia. Banyak kampus-kampus di sana yang sudah bertaraf internasional. Banyak juga orang Indonesia yang belajar kesana. Sudah saatnya Indonesia bangkit. Segera sadar. Harus cepat bangun. “Anda-anda ini adalah segelintir yang tengah melakukan itu. Melakukan perubahan dengan pendidikan yang lebih baik. Saya yakin jika Indonesia dapat melahirkan banyak doctor dalam berbagai disiplin ilmu, dalam waktu yang tidak terlalu lama Indonesia akan berada sejajar dengan Malaysia dan Singapura, dan bahkan jauh meninggalkan mereka”. Demikian pak Musa menjelaskan. Beliau menaruh harapan besar kepada para mahasiswa baru pascasarjana. Bagi beliau pendidikan adalah satu-satunya cara untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang selama ini terjadi di Indonesia. Pendidikan adalah satu-satunya cara untuk keluar dari lingkaran syaitan. (miskin-sakit-miskin-sakit).

Satu hal lain yang disampaikan oleh pak Musa adalah tentang kebebasan berpikir. “Ciri utama dari sebuah lembaga pendidikan adalah kebebasan berpikir. Jika itu sudah tidak ada, maka innalillahi. Tutup saja lembaga pendidikannya. Tidak akan ada dialektika. Semuanya akan menjadi statis.” Beliau menuturkan bahwa kebebasan berpikir adalah anak kandung peradaban. Coba buka kembali lebaran-lembaran sejarah masa lalu. Peradaban akan terbentuk dimana kebebasan berpikir dibiarkan dan tidak ditolak. Bani Abbasiah dapat maju dan menjadi pusat peradaban dunia pada saat itu karena khalifahnya, al-Makmun dan beberapa yang lain, tidak mengekang kreatifitas berpikir para ahli pikir pada masa itu. Sehingga ada berbagai macam penemuan di berbagai bidang. Penelitian-penelitian terus berkembang. Hal semacam ini harus terus dijaga dan dilestarikan.

UIN sebagai lembaga akademik harus dapat mewujudkan dan melestarikan kebebasan berpikir ini. Ruang-ruang kuliah harus dijaga dan menjadi tempat kebebasan. Kebebasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kebebasan yang argumentatif. Tidak boleh lagi ada truth claim. Zaman dan keilmuan yang terus-menerus berkembang mengharuskan kita mencari format baru berpikir dan bertindak. UIN Suka dengan paradigma integrasi-interkoneksinya harus mampu menjadi pioneer dalam hal ini. Dengan demikian, kebebasan berpikir akan membawa pada dialektika-dialektika yang  kuat dan akan muncul berbagai macam ide dan pikiran serta penemuan-penemuan yang dapat mengatasi permasalah umat. “Anda-anda semua yang ada di dalam ruangan inilah yang dapat mewujudkan itu semua. Anda-anda sekalian adalah harapan-harapan kami yang sudah tua ini.” Pak Musa membakar emosi kami para peserta orientasi kampus.

Kebebasan berpikir harus tetap dijunjung tinggi. Dimanapun dan kapanpun. Kebebasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kebebasan yang memiliki dasar. Tidak asbun alias asal bunyi. Kebebasan yang memunculkan dialektika-dialektika. Kebebasan yang membawa pada cara berpikir yang kreatif. Tidak boleh ada truth claim. Tidak ada kebenaran mutlak kecuali itu datangnya dari Allah. Karenanya, mari kita lestarikan kebebasan berfikir. Selamat datang di kampus berpikir bebas!


Responses

  1. jadi mahasiswa smart…

    • pak Khoiruddin Nasution… hee

  2. Siph.. Gini ne cln rektor masa depan…

    • Amiiiiiin… makasih ya Zee. Komentarmu selalu positif dan selalu memotivasi… ayo kita sama2 belajar ya Zee


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: