Posted by: alimtiaz | August 5, 2012

KOK SEPI SIH…

Host WKS TransTV   : Penontooon…

Audiens/Penonton      : Wooiiiii…

Host WKS TransTV   : Kok sepi sih…???

Pertanyaan host WKS ini kemudian dengan disambut penggalan bait pertama lagu “Kata Pujangga” milik Bang Haji Rhoma Irama yang dinyanyikan bersama-sama antara host WKS dan penonton sembari berjongget sesuka hati….

“Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga”
“Hai begitulah kata para pujangga”
“Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga”
“Hai begitulah kata para pujangga”

Itulah penggalan acara Waktunya Kita Sahur alias WKS. Acara yang disiarkan oleh TransTV pada pagi hari ketika sahur. Aku termasuk sering menonton acara ini. Sembari menikmati makanan sahur, aku duduk manis di depan televisi melihat aksi-aksi para host WKS yang gEjE. Olga, Wendi, Denni, Adul, dan beberapa yang lainnya adalah orang-orang yang sering muncul dalam acara ini.

Menarik bila melihat penggalan lagu di atas. Petikan lagu yang setiap hari, diakhir acara, pasti dinyanyikan oleh para host dan audiens. Setidaknya dua hal yang menarik bagiku, pertama, adalah ungkapan “kok sepi sih” dengan gaya masing-masing host yang berbeda-beda yang kemudian menjadi inspirasi judul tulisan ini. Kedua, penggalan lirik lagu yang dipilih sarat makna. “Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga”. Bisa dibanyangkan bagaimana perumpamaan ini dibuat. Taman bila tidak ada bunga maka tidak ada artinya. Nonsense. Pun demikian juga dengan hidup yang tidak ada cinta, tidak ada gunanya. Tidak berwarna. Tidak indah. Demikian kira-kira maksud dari lirik ini. Jika dilihat dari sisi kaidah perumpaan dalam ilmu balaghah (tasybih), maka ada yang kurang dari ungkapan tersebut, yakni wajh al-syibh. Namun tidak mengapa karena ungkapan tersebut masih dapat dipahami dengan baik.

Tulisan ini bukan hendak membicangan acara WKS yang ada di TransTV. Ada hal lain yang ingin ku tulis di sini. Pengantar di atas hanya sekedar basa-basi saja. Karena memang inspirasi judulbermula  dari tanyangan WKS ini. Kok sepi sih. Sehingga menurutku bukan suatu masalah jika diikutsertakan. Malah bisa jadi menjadi hal yang menarik. Yang ku maskud dengan Kok Sepi Sih adalah keberadaan blogku ini. Kenapa blogku akhir-akhir ini sepi dari tulisan-tulisan segar dan faktual. Satu bulan terakhir ini aku merasa tidak sering bersentuhan dengan blog. Konsistensi yang selama ini ku jaga, sepertinya sudah mulai memudar dan bahkan bisa jadi bila tidak dibenahi secara cepat maka akan hilang.

Memang ada beberapa alasan non-teknis yang membuatku “sibuk” sehingga sedikit mengabaikan blogku ini. Tetapi seharusnya aku bisa tetap menjaga ritme yang selama ini sudah mulai terang arahnya. Aku selalu ingat pesan sahabatku, “Bohong kalau orang tidak bisa menulis. Yang ada adalah orang yang tidak menyisihkan barang sidikitpun waktunya untuk menulis. Itu saja sih.” Ini adalah pesan yang akan selalu ku ingat dan ku amalkan insyaallah. Dan suatu saat nanti akan ku wariskan untuk anak-anak dan cucu-cucuku. (hahaha). Makanya aku harus segera bangun dari tidurku ini. Agar tidak terlalu lama terlarut dalam mimpi. Seringkali aku memaksakan diriku bahwa jangan coba mencari-cari alasan untuk tidak menulis. Karena sungguh itu akan merugikanmu. Menjaga kadang-kadang lebih sulit daripada memulai.

Dan alhamdulillahnya…, rasa “ingin” untuk menulis di setiap saat tidak ikut luntur dari diriku. Memang aku tidak mengisi blog-blogku sehingga tampak sepi dan tidak colourful, tetapi dalam keseharianku aku masih tetap menulis, entah itu email atau note-note kecil. Aku punya seorang “sahabat” yang sangat baik dan perhatian. Dia merupakan orang yang banyak memberiku pengaruh untuk terus menulis. Kami sering berkiriman email, sekedar berbagi cerita atau bertukar informasi. Bagiku, berkirim emailpun sangat besar mamfaatnya. Kita bisa menulis hal-hal yang ada dalam pikiran kita. Mengungkapnya secara bebas. Apalagi kalau emailnya panjang. Kemudian berisikan diskusi-diskusi. Dia juga sering menanyakan isi blogku. “Kok blognya ga ada yang baru ne”, atau “blognya sudah diisi yang baru belum”. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu seringkali mengingatkanku untuk setiap saat menulis. Lebih dari itu, ada motivasi kuat yang muncul dalam diriku. Andai saja ia tahu hal ini, ingin ku peluk dirinya dan ku ucapkan terimakasih sebesar-besarnya.  Kadang-kadang anda membutuhkan seseorang yang dapat memberikan semangat, dalam hal apapun.

Barangkali inilah curhatku hari ini. Karena memang saat ini lagi “galau” karena terlalu lama lalai dengan keadaan sehingga menulis/blogpun menjadi korban. Haha.. gEjE. Melalui tulisan ini aku hanya ini berbagi cerita dan pengalaman saja. Barangkali ada manfaatnya bagi para pembaca sekalian. Disamping memang agar menjadi sebuah pancingan untuk tulisan-tulisan selanjutnya. Biar ga mandek ajah sih. Biar urat-urat yang selama ini agak tersendat kembali lancar seperti sediakala. Kembali mengalirkan ide-ide segar dan menciptakan kata-kata yang bermakna. Semoga…

Kepada Allahlah kita selalu berserah diri, kepada Allahlah kita memohom ampunan… wallahu a’lam bi al-shawab.       


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: