Posted by: alimtiaz | July 30, 2012

BUKA PUASA BERSAMA BAPAK WAKIL KETUA MPR

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Jumat 27 Juli 2012, aku bersama dengan teman-teman dari Dewan Pimpinan Daerah IMM Aceh mendapat kehormatan sekaligus menjadi sebuah kebanggaan atas kehadiran Bapak Ahmad Farhan Hamid, politikus senior Aceh yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI. Kami bisa duduk bersama dengan tokoh nasional. Beliau bersedia hadir bersama-sama dengan kami karena 2 hal; pertama, karena beliau akan memberikan kuliah umum dalam seminar empat pilar kebangsaan dan kedua, karena beliau akan membuka acara pelatihan da’i se-Aceh yang diadakan oleh DPD IMM Aceh. Dan karena saat ini tengah berada pada bulan Ramadhan, maka acara seminar dan pembukaan pelatihan da’i diselenggarakan pada sore hari sekaligus dengan buka puasa bersama.

Dalam kuliah umum beliau menyampaikan empat point pilar kebangsaan yaitu; Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Inilah yang menjadi tonggak dan asas negara kita Indonesia. Karenanya, sebut beliau, kita harus benar-benar tau dan paham tentang keempat hal di atas agar Indonesia dapat berdiri tegak dan utuh sampai kapanpun. Beliau menerangkan bagaimana sejarah terbentuknya pancasila yang sangat plural, mewakili seluruh rakyat Indonesia dari Timur sampai ke Barat. Sempat ada ketidaksepahaman diantara penduduk Nusantara pada saat itu. Namun kemudian setelah ada diskusi/musyawarah, akhir ditemukanlah titik sepakat (perubahan sila ke-1 dari pancasila). Pun demikian juga dengan perumusan UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Beliau banyak menjelaskan sisi historis dari perjuangan para pendahulu bangsa Indonesia.

Di samping itu, karena acara seminar empat pilang kebangsaan ini bersamaan dengan acara pembukaan acara pelatihan da’i se-Aceh, beliau juga menyinggung masalah peran da’i dalam memajukan umat. Menurut beliau, da’i semestinya memiliki wawasan yang luas dalam hal apapun. Mengapa? Karena itu akan sangat membantu sang da’i dalam upaya mengajak para jama’ah ke arah kebaikan. Da’i atau juru dakwah memiliki peran penting dan stategis dalam upaya memajukan sebuah bangsa. Kita bisa lihat bagaimana Rasulullah sebagai seorang da’i dapat memberikan pengaruh besar di jazirah Arab, bahkan dunia. Di Indonesia, Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, juga dikenal sebagai seorang juru dakwah. Karena keluasan ilmunya, ia berhasil memberikan pengaruh pada masyarakat pada saat itu untuk meninggalkan hal-hal yang berbau syirk (TBC). “Anda semua, sebagai kader Muhammadiyah, harus mampu meneruskan perjuangan Ahmad Dahlan. Berdakwah demi kemajuan bangsa. Pendidikan dan kesehatan menjadi lahan amal Muhammadiyah. Anda sekalian harus bisa menjaga dan mengembangkannya”.  Demikian pesar pak Ahmad Farhan Hamid kepada seluruh peserta seminar pada sore itu.

Setelah mendengarkan ceramah ilmiah selama kurang lebih 1,5 jam, akhirnya tiba juga waktu  berbuka. Sepuluh menit sebelum azan berkumandang, Pak Farhan menutup pidatonya dan memberikan kesempatan kepada panitia untuk menyiapkan makanan untuk berbuka. Kami berbuka dengan fasilitas seadanya. Duduk di atas kursi yang ada mejanya, dengan minum ie timon brok dan makanan ringan. Pak Farhan duduk bersama-sama dengan PW Muhammadiyah dan juga PW Pemuda Muhammadiyah serta beberapa rekan dari IMM. Sedangkan aku asyik dengan teman-teman yang lain menyiapkan hidangan makan malam. Selesai berbuka, para peserta kemudian menunaikan shalat magrib berjamaah di mushalla dekat gedung acara sebelum kemudian kembali lagi ke ruangan untuk menikmati hindangan makan malam. Kami bersama-sama dengan Bapak Ahmad Farhan Hamid kemudian menyantap makanan yang telah disediakan.

Ada beberapa hal yang membuatku kagum dan bangga pada sosok Ahmad Farhan Hamid. Beliau adalah tokoh politik nasional yang berasal dari Aceh. Beliau sudah membawa nama Aceh ke pentas perpolitikan Nasional. Beliau dikenal sebagai sosok sederhana dan merakyat. Salah satu contohnya adalah yang kami lihat hari ini, kesediaan beliau untuk berbuka puasa bersama-sama kami Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dengan segala kekurangan yang ada, baik tempat maupun makanan yang dihidangkan. Dan barangkali terakhir bahwa beliau adalah sosok yang sangat cinta dengan Aceh. Setelah menjadi orang besar di Jakarta, beliau tidak pernah lupa dengan kampoengnya sendiri. Beliau sering terlibat dalam pembangunan Aceh, baik itu secara materi atau pun non-materi. Semoga beliau selalu berada dalam lindungan Allah. Amin… Dan semoga akan muncul lagi sosok Ahmad Farhad Hamid dalam jumlah yang lebih besar.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: