Posted by: alimtiaz | April 11, 2012

Print Out dan LRT…

Seminggu berada di Kuala Lumpur (KL), Malaysia, aku memperoleh banyak pengalaman baru. Aku yang
sebelumnya hanya berkutat di Aceh, pernah di Jakarta dan Jogja, belum punya gambaran sama sekali tentang Kuala lumpur. Yang ada di pikiranku ketika hendak berangkat adalah bahwa yang penting aku berangkat dulu. Ntar sampai di sana pasti ada jalan keluarnya lah. Ada rasa was-was gitu deh. Kali ini aku berangkat ke Malaysia seorang diri, tidak bersama Ayahku. Beliau tidak jadi berangkat karena ada agenda mendadak yang tidak mungkin ditinggalkan. Ya sudah lah… Tetapi aku dititipkan oleh ayahku kepada salah seorang temannya (murid) yang juga akan ke Kuala Lumpur untuk mengikuti acara ADIC, sama sepertiku, dan beliau juga tengah menyelesaikan program S3 di Malaysia. Aku memanggil beliau ustaz Yusran. Hal ini membuatku lebih tenang karena sudah ada teman. ^_^… Dan ternyata setelah sampai di bandara, ada banyak teman-teman dari Aceh yang akan berangkat menghadiri acara ADIC. Beberapa diantara mereka adalah teman (kakak letting) ketika dulu masih sekolah di Umar Diyan. Akhirnya terjawab sudah kekhawatiranku…

Ketika sampai di Malaysia, alhamdulillah, aku banyak dibantu oleh teman-teman di sana dan juga tentunya oleh ustaz Yusran. Di bandara sudah ada panitia yang stanby dan kamipun segera diantarkan ke penginapan. So, aku tidak repot-repot lagi memikirkan harus menginap dimana. Terimakasih teman-teman panitia. Dan keesokan harinya dimulailah pertualanganku di Kuala Lumpur. Aku dengan segala pengalamanku di Indonesia datang ke Kuala Lumpur, sebuah kota besar di dunia yang terkenal dengan keramaian dan kepadatannya. Kuala Lumpur juga terkenal dengan tempat persinggahan pesawat terbang berkelas dunia. Sehingga KL juga menjadi tempat wisata. KL adalah kota metropolitan. Kota besar yang semua orang berkeinginan untuk mengunjunginya.

Pengalaman pertama yang membuatku takjub adalah ketika aku bersama ustaz Yusran tengah berada di perpustakaan Universitas Islam Antarbangsa (UAI) atau yang juga dikenal dengan nama International Islamic Unversity Malaya (IIUM). Sebelum masuk ke gedung perpustakaan, aku mengambil beberapa gambar sebagai kenang-kenangan. Setelah itu baru kemudian aku masuk ke gedung utama. Gedung perpus ini terdiri dari 4 lantai. Ada ruang buku, ruang baca, ruang internet, dan juga ruang baca seperti kamar yang dapat dibooking. Proses peminjaman dan pengembalian buku sudah tidak manual lagi. Di sana menggunakan mesin yang sudah disetting sedemikian rupa sehingga dapat menyimpan keterangan buku yang dipinjam. Ini sama seperti yang sudah diterapkan diperpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tempat dimana aku menyelesaikan program sarjana.  Yang membedakan adalah kuantitas dan kualitas saja.

Ada satu hal yang membuatku terheran-heran ketika berada di ruang perpustakaan. Aku melihat ustaz Yusran tengah bermain dengan laptopnya lalu kemudian pergi ke sebuah mesin, bentuknya seperti mesin photo copy, yang berada tidak jauh darinya dan mengambil beberapa lembar kertas. Di dalam hati aku bertanya-tanya. “Ngapain ustaz Yusran? Apa beliau ngeprint? Klu ngeprint, darimana kabel penyambungnya? Kok tidak ada”. Rasa penasaran ini akhirnya tumpah dengan melontarkan pertanyaan kepadanya, “Habis ngeprint ya ustaz? Gimana caranya? Kok tidak ada kabelnya? Biasanya klu mau ngeprint kan harus ada kabel USB”. Dengan panjang lebar kemudian beliau menjelaskan kepadaku bagaimana cara kerjanya. Mesin yang ada di perpustakaan tersebut sudah disetting sedemikian rupa sehingga dapat digunakan dari jarak jauh dengan memakai bantuan jaringan internet. Intinya adalah bahwa setiap mahasiswa UIA yang telah mendaftar dapat melakukan print out menggunakan mesin di perpustakaan selama ia berada di area kampus. Kita bisa ngeprint dari kamar/asrama. Kita juga bisa ngeprint dari kantin. Kita juga bisa ngeprint dari ruang kuliah. Hasil print outnya dapat diambil di ruang perpustakaan. Luar biasa. Anda bisa bayangkan bagaimana UAI “memanjakan” mahasiswanya. Anda tidak perlu repot-repot harus pergi ke rental computer untuk ngeprint atau harus memiliki printer. Mau ngeprint, ke perpus aja….                    

Pengalaman lain yang membuatku takjub adalah transportasi Malaysia yang begitu canggih. Yang ku maksud di sini adalah  LRT (Light Rail Transit) atau yang lebih dikenal dengan kereta api listrik. Kerata api ini digerakkan oleh tenaga listrik dan tanpa misinis. Semuanya digerakkan secara otomatis mulai dari bergerak pergi, berhenti, membuka/menutup pintu, dan lain-lain. Tanpa tenaga manusia. Ini adalah kali pertama aku melihat dan menaiki LRT. Untuk membeli tiketpun sudah tidak manual lagi. Di stasiun disediakan mesin, semacam ATM, yang digunakan untuk memilih tempat pemberhentian dan melakukan pembelian tiket (dalam bentuk koin). Ketika pertama kali hendak menaiki LRT, aku sama sekali belum paham cara menggunakannya. Saat itu aku berangkat sendiri, ingin bertemu dengan seorang teman. So, mau ga mau aku harus mencobanya. Ketika di stasiun, setelah mengamati sejenak mesin itu, dan ternyata sama sekali tidak tau cara pengoperasiannya. I felt that I was a very stupid person. Hee… Untuk  aku kemudian meminta bantuan seorang petugas yang kebetulan berada di dekatku. Beliau mengajarkanku cara menggunakan mesin tersebut. Aku mengikuti intruksi beliau sambil mengingat-ingat semua langkah yang diperintahkan. Agar nanti bisa mengoperasikan tanpa perlu bantuan lagi.

Barangkali bagi teman-teman para pembaca yang budiman ini bukanlah hal yang menakjubkan karena sudah pernah dan bahkan sering melihatnya. Tetapi bagiku ini adalah pengalaman baru. Tolak ukurnya adalah kehidupanku di Aceh dan juga Indonesia. Akankah suatu saat nanti anak-anakku akan melihat itu semua tanpa harus menyeberang lagi ke negara tetangga? ^_^ Bersambung…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: